Marque

WELCOME TO OUR BLOG TULIP72015 AND ENJOY IT

Selasa, 17 November 2015

Rangkuman Materi Sistem Ekskresi

SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA BESERTA STRUKTURNYA

Sistem ekskresi merupakan proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme. Organ-organ ekskresi pada manusia meliputi ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.

1. Ginjal

      
Salah satu sistem ekskresi pada manusia adalah sistem urine. Organ penyusun sistem urine  antara lain ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra. Ginjal merupakan komponen utama penyusun sistem urine. Ginjal sering disebut juga dengan buah pinggang karena letaknya yang berada di sebelah kanan dan kiri tulang pinggang.

a. Struktur ginjal

Ginjal terletak di daerah pinggang, tepatnya di perut bagian belakang dan dilindungi tulang rusuk. Bentuk ginjal seperti kacang merah, berwarna merah coklat. Manusia memiliki 2 buah ginjal, yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan. Ginjal kanan agak lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri karena terdesak oleh hati. Setiap ginjal beratnya kurang lebih 200g dengan panjang 10 - 15 cm dan tebal 11/2 – 21/2 cm. Dalam sehari darah melewati ginjal berkali-kali. Darah memasuki ginjal melalui arteri ginjal dan meninggalkan ginjal melalui vena ginjal. Rata-rata orang dewasa mengeluarkan urine 1,5 liter per hari. Secara umum ginjal dibagi menjadi 3 bagia, yaitu sebagai berikut:

 1). Kulit ginjal

      Kulit ginjal merupakan bagian terluar ginjal yang disebut juga dengan korteks renalis. Pada kulit ginjal inilah terjadi penyaringan darah. Kulit ginjal tersusun atas glomerulus dan simpai bowman yang membentuk kesatuan yang disebut badan malpighi. Glomerulus adalah kumpulan cabang-cabang yang halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks, sedangkan kapsula bowman adalah lapisan yang melingkupi glomerulus, bentuknya seperti cawan dan berdinding ganda. Pada kulit ginjal terdapat nefron. Nefron adalah unit penyaring terkecil ginjal. Sebuah ginjal tersususn atas kurang lebih satu juta nefron. Setiap nefron tersusun atas glomerulus, simpai bowman, saluran berkelok-kelok,  Ansa Henle, dan saluran pengumpul ginjal.

 2). Sumsum ginjal

      Bagian tengah ginjal disebut sumsum ginjal atau medula. Sumsum ginjal merupakan tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari simpai bowman. Pembuluh-pembuluh halus tersebut mengalirkan urine ke saluran yang lebih besar dan bermuara di rongga ginjal. Proses yang terjadi pada sumsum ginjal adalah reabsorbsi dan augmentasi.

 3). Rongga ginjal

      Bagian paling dalam ginjal adalah rongga ginjal atau yang dikenal dengan pelvis renalis. Fungsinya yaitu menampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.

b. Fungsi ginjal
Fungsi dari ginjal adalah sebagai berikut:
1. Untuk menyaring darah
2. Osmoregulasi, yaitu pembuangan kelebihan air agar keseimbangan konsentrasi darah terjaga
3. Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu.
4. Mengekskresikan gula darah yang melebihi kadar normal
5. Mempertahankan keseimbangan asam dan basa darah

 Adapun zat-zat yang terkandung dalam urine normal adalah sebagai berikut:
1. Urea
2. Amonia
3. Air
4. Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin)
5. Zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin, obat-obatan, dan

c. Proses pembentukan urine
Proses pembentukan urine melalui 3 tahapan, yaitu sebagai berikut:
a. Penyaringan (Filtrasi)

Darah yang banyak mengandung zat sisa metabolisme masuk ke dalam ginjal melalui pembuluh arteri ginjal (arteri renalis). Cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri dan masuk ke dalam badan malpighi. Membran glomerulus dan kapsul Bowman bersifat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil sehingga dapat menyaring molekul-molekul besar. Hasil saringan (filtrat) dari glomerulus dan kapsul Bowman disebut filtrat glomerulusatau urin primer. Dalam urin primer masih terdapat air, glukosa, asam amino, dan garam mineral sedangkan darah dan protein tidak diteruskan oleh glomelurus.




b. Penyerapan Kembali (Reabsorpsi)

Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal. Hampir semua gula, vitamin, asam amino, ion, dan air diserap kembali. Zat-zat yang masih berguna tadi dimasukkan kembali ke dalam pembuluh darah yang terdapat di sekitar tubulus. Hasil reabsorpsi berupa filtrat tubulus atau urin sekunder. Urin sekunder mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urin.

c. Augmentasi

Di tubulus kontortus distal, beberapa zat sisa seperti asam urat, ion hidrogen, amonia, kreatin, dan beberapa obat ditambahkan ke dalam urin sekunder sehingga tubuh terbebas dari zat-zat berbahaya. Urin sekunder yang telah ditambahkan dengan berbagai zat tersebut disebut urin. Kemudian, urin disalurkan melalui tubulus kolektivus ke rongga ginjal. Dari rongga ginjal, urin menuju ke kantung kemih melalui saluran ginjal (ureter).

d. Proses Pengeluaran Urin

Jika kandung kemih penuh dengan urin, dinding kantong kemih akan tertekan. Kemudian dinging otot kantong kemih meregang sehingga timbul rasa ingin buang ir kecil. Selanjutnya, urin keluar melalui saluran kencing (uretra). Pengeluaran air melalui urin ada hubungannya dengan pengeluaran air melalui keringat pada kulit. Pada waktu dara dingin, badan kita tidak berkeringat. Pengeluaran air dari dalam tubuh banyak dikeluarkan melalui urin sehingga kita sering buang air kecil. Sebaliknya, pada waktu udara panas, badan kita banyak mengeluarkan keringat dan jarang buang air kecil.

Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebagian besar teidiri atas (95%) air dan zat yang terlarut, yaitu urea, asam urat, dan amonia. yang merupakan sisa-sisa perombakan protein: bermacam-macam garam terutama garam dapur (NaCl), zat warna empedu yang menyebabkan warna kuning pada urin, dan zat-zat yang berlebihan di dalam darah seperti vitamin B, C, obat-obatan, dan hormon.

Urin tidak mengandung protein dan glukosa. Jika urin mengandung protein, berarti terjadi gangguan atau kerusakan ginjal pada glomerulus. Jika urin mengandung gula, berarti tubulus ginjal tidak menyerap kembali gula dengan sempurna. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya kerusakan pada tubulus ginjal, tetapi dapat pula disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali semua gula yang ada pada filtrat glomerulus. Kadar gula darah yang tinggi disebabkan oleh terhambatnya proses pengubahan gula menjadi glikogen, akibatnya produksi hormon insulin terhambat. Kelainan ini dikenal sebagai penyakit kencing manis (diabetes mellitus).

Dilihat dari segi banyaknya zat yang terkandung di urin, dapat disimpulkan bahwa ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah, mengeluarkan sisa metabolisme, membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, dan mengatur keseimbangan air dan garam di dalam darah.

d. Kelainan/penyakit ginjal
1). Gagal ginjal

      Gagal ginjal adalah kelainan pada ginjal dimanaginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring darah.

 2). Batu ginjal

      Batu ginjal merupakan kelainan yang cukup sering dialami manusia. Batu ginjal berupa endapan garam kalsium yang makin lama makin mengeras dan membesar. Penyebab dari penyakit ini antara lain:

a. Urine terlalu pekat
b. Terlalu banyak mengonsumsi mineral
c. Terlalu banyak duduk
d. Kurang minum
e. Minum air yang mengandung kerak
f. Sering menahan buang air kecil

 3). Hidronefrosis

      Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.

 4). Diabetes inspidus

      Gejala penyakit ini adalah mengeluarkan urine terlalu banyak disebabkan tidak adanya hormon ADH.

2. Hati
            Hati juga merupakan alat ekskresi karena hati mengeluarkan empedu. Empedu adalah cairan berwarna kehijauan dan rasanya pahit. Empedu harus dikeluarkan dari tubuh karena mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.

a. Struktur hati


Hati terletak di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua dan merupakan kelenjar terbesar pada manusia dengan berat sekitar 2 kg. Hati dilindungi oleh selaput tipis yang disebut kapsula hepatis. Pada hati juga terdapat pembuluh darah dan empedu yang disatukan oleh selaput jaringan ikat (capsula glison).

b. Fungsi hati

Hati berfungsi untuk menghasilkan getah empedu dari hasil perombakan sel darah merah. Sel-sel perombak sel darah merah ini disebut histiosit. Sel-sel darah merah yang telah tua tersebut kemudian dirombak menjadi getah empedu. Getah empedu ini terdiri dari garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan, yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu inilah yang menyebabkan warna urine dan warna feses menjadi kuning kecoklatan. Zat yang mewarnai feses disebut sterkoilin, sedangkan yang mewarnai urine disebut urobilin.
Selain sebagai alat ekskresi, hati juga memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Sebagai alat sekresi karena menghasilkan empedu
2. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot)
3. Menghasilkan urea dari hasil perombakan protein
4. Mensintesis vitamin A dari provitamin A
5. Membuat fibrinogen dan protombin
6. Menghasilkan heparin yang berfungsi sebagai anti pembekuan darah
7. Sebagai penawar racun (detosifikasi)

c. Kelainan pada hati

1). Hepatitis
      Hepatitis adalah penyakit peradangan pada sel-sel hati karena terinveksi virus. Hepatitis ada 2 macam, yaitu hepatitis A dan B. Biasanya hepatitis B lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis A.
 2). Penyakit kuning
      Gejala penyakit kuning hampir sama dengan hepatitis, yaitu kulit tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jari juga berwarna kuning.
 3). Sirosis hati
      Penyakit ini biasanya diderita oleh peminum alkohol. Gejala penderita penyakit ini adalah timbulnya jaringan perut dan kerusakan sel-sel normal hati.
 4). Cirrhosis
      Cirrhosis adalah kelainan hati di mana jaringan hati menyusut.


3. Kulit
            Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh yang merupakan organ terluas pada tubuh kita. Kulit sangant tipis dengan beberapa lapisan yang menyusunnya. Kulit termasuk organ ekskresi karena terdapat kelenjar keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa. Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai indera peraba dan perasa.








                             
a. Struktur kulit



Kulit manusia terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit.
1). Epidermis (kulit ari)
      Lapisan kulit yang paling luar disebut epidermis. Lapisan ini sangat tipis. Kulit ari terdiri dari dua lapisan, yaitu sebagai berikut:

a). Lapisan tanduk

      Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah dan seraut saraf karena merupakan sel-sel mati yang selalu mengelupas, tidak memiliki inti, dan mengandung zat keratin. Karena tidak mengandung pembuluh darah, maka lapisan ini tidak akan mengeluarkan darah saat mengelupas.

b) Lapisan malpighi

     Lapisan malpighi merupakan lapisan yang terdapat di bawah lapisan tanduk. Berbeda dengan lapisan tanduk, lapisan malpighi justru selalu membelah diri. Pada lapisan malpighi terdapat melanin, yaitu pigmen yang menentukan warna kulit dan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari. Jika kulit terlalu banyak terkena sinar matahari maka produksi melanin akan meningkat dan kulit menjadi gelap. Jika seseorang tidak memiliki pigmen pada lapisan malpighinya maka orang tersebut dinamakan albino.
            Pada permukaan kulit ari terdapat pori-pori yang merupakan muara kelenjar minyak. Melalui pori-pori inilah keringat diekskresikan. Kulit ari biasanya ditumbuhi rambut, kecuali kulit ari yang ada di telapak tangan dan kaki. Kulit ari pada telapak tangan dan kaki terdiri atas 4 lapisan, yaitu:

a). Stratum korneum
b). Stratum granulosum
c). Stratum lusidum
d). Stratum germinalis

 2). Dermis (kulit jangat)
      Dermis merupakan lapisan kulit yang berada di bawah lapisan epidermis. Dibandingkan epidermis, lapisan dermis lebih tebal. Antara lapisan dermis dan epidermis dilapisi dengan membran basalis. Lapisan dermis terdapat beberapa jaringan, yaitu sebagai berikut:
a). Pembuluh kapiler, berfungsi untuk menyampaikan nutrisi pada akar rambut dan sel kulit.
b). Kelenjar keringat (glandula sudorifera), berfungsi untuk menghasilkan keringat.
c). Kelenjar minyak (glandula sebaceae), berfungsi untuk menghasilkan minyak agar kulit dan             rambut tidak kering.
d). Pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel atau jaringan termasuk             akar rambut.
e). Ujung-ujung saraf, yaitu ujung saraf perasa dan peraba, saraf rasa nyeri, saraf rasa panas, dan  saraf rasa sentuhan.
f). Kantong rambut, memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar minyak rambut.

 3). Jaringan ikat bawah kulit

      Lapisan ini berada di bawah dermis. Pembatas jaringan ikat bawah kulit dengan dermis adalah mulainya terdapat sel lemak. Lemak berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap benturan, penahan suhu tubuh, dan sumber energi.

b. Fungsi kulit

Fungsi utama kulit, yaitu sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan keringat. Selain itu, kulit juga menghasilkan minyak melalui kelenjar minyak. Minyak berfungsi untuk mencegah kekeringan pada kulit dan menegrutnya kulit rambut.
Berikut fungsi kulit:

1). Sebagai alat indera
2). Sebagai pengatur suhu tubuh
3). Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D
4). Melindungi jaringan yang ada di bawahnya
5). Menyimpan kelebihan lemak

c. Kelainan pada kulit

Beberapa kelainan yang terjadi pada kulit, antara lain sebagai berikut:

1). Jerawat

      Jerawat adalah gangguan kulit pada kelenjar minyak. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya jerawat, yaitu dengan makan makanan yang seimbang, rajin menjaga kebersihan kulit dan diimbangi dengan tidur dan olahraga yang cukup.

 2). Kanker kulit

      Penyebab kanker kulit adalah kulit mendapat sinar matahari yang berlebihan. Biasanya kanker kulit menyerang orang berkulit putih karena warna kulit tersebut lebih sensitif terkena sinar matahari. Cara pencegahannya adalah dengan menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak dan pemakaian tabir surya secara rutin.

 3). Biduran

      Penyebab biduran antara lain udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Tanda-tanda penyakit ini adalah timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Cara pencegahan penyakit ini, yaitu dengan menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi.

 4). Psoriasis

      Psoriasis disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan pada kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut. Jika terkena penyakit ini harus rutin melakukan pengobatan.

 5). Ringworm

      Sebenarnya ringworm adalah nama sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Penyakit akibat jamur ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit. Pencegahan kulit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab.

4. Paru-paru
            Selain berfungsi sebagai alat pernapasan pada manusia, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi.

a. Struktur paru-paru





Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma. Setiap manusia memiliki 2 paru-paru. Paru-paru manusia dilindungi oleh tulang-tulang rusuk dan dilapisi oleh selaput tipis yang disebut pleura. Paru-paru terbagi menjadi 2 bagian, yaitu paru-paru kanan (dexter) yang memiliki 3 gelambir dan paru-paru kiri (sinister) yang memiliki 2 gelambir.


b. Fungsi paru-paru

Fungsi utama paru-paru adalah sebagai organ pernapasan. Selain itu, paru-paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi. Sebagai organ ekskresi paru-paru mengeluarkan ekskret yang berupa gas karbondioksida dan uap air. Gas-gas tersebut merupakan zat sisa dalam proses pernapasan. Zat sisa pernapasan harus dikeluarkan agar tidak mengganggu fungsi tubuh.


c. Kelainan pada paru-paru

Beberapa kelainan yang terjadi pada paru-paru antara lain sebagai berikut.
1). Bronchitis, adalah peradangan pada cabang batang tenggorokan (bronkus).
2). Pleuritis, adalah peradangan pada selaput pembukus paru-paru.
3). TBC ,penyebab penyakit ini adalah bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Tanda-tanda penyakit ini adalah adanya bintil-bintil pada alveolus. Cara pengobatan penyakit ini adalah dengan terapi menggunakan vaksin BCG.
4). Asma,penyebab penyakit asma adalah alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis. Tanda-tanda penyakit ini adalah saluran pernapasan tersumbat sehingga penderita mengalami sesak nafas.
5). Pneumonia ,penyebab penyakit ini adalah bakteri, virus, dan jamur. Tanda-tanda orang yang terkena penyakit ini dinding alveolusnya robek sehingga mengurangi daerah pertukaran gas.


Minggu, 15 November 2015

Ringkasan Materi Kingdom Plantae

Ringkasan Materi Kingdom Plantae

Kingdom Plantae
Kingdom plantae meliputi organisme multiseluler yang sel-selnya telah terdiferensiasi, bersifat eukariotik dan memiliki dinding sel selulosa hampir seluruh anggota tumbuhan memliki klorofil dalam selnya sehingga bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri). Tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu tumbuhan berspora dan tumbuhan berbiji.Organisme yang termasuk tumbuhan berspora yaitu tumbuhan lumutdan tumbuhan paku.

A.    Tumbuhan lumut
Lumut (Bryophytes) berasal dari bahasa yunani Bryon yang berarti tumbuhan lumut. Pada umumnya, lumut berwarna hijau karena mempunyai sel-sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan klorofil b. jadi lumut bersifat autotrof. Tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya.

v  Ciri-ciri umum dari lumut

·    Sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
·    Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel kecuali ibu tulang daun.
·    Pertumbuhan lumut hanya membesar tidak memanjang.
·    Rhizoid tampak seperti benang-benang.

Lumut termasuk dari divisi Bryophyta yang terbagi yang dibagi menjadi tiga kelas yaitu lumut daun (Bryophyta), lumut hati (Hepaticophyta) dan lumut tanduk (Anthocerotophyta).

1.      Lumut daun (Bryophyta)
Lumut daun merupakan lumut yang paling banyak dikenal. Bryo-phyta mempunyai struktur seperti akar yang disebut Rhizoid, struktur seperti batang dan struktur seperti daun.

Ø  Ciri-ciri Bryophta
·    Hidup di tempat lembab,
·    Memiliki rhizoid,
·    Autotrof,
·     Reproduksinya secara seksual (membentuk gamet) dan aseksual (membentuk spora)

Jembatan keledai : Lembab, Rizhoid, Autotrof, Seksual dan Aseksual
                               Lem Rizho Auto Sekual dan Asekual

Ø  Peranan Bryophyta bagi kehidupan
·    Sebagai penyeimbang ekosistem,
·    Dapat diolah sebagai pembalut pada kapas,
·    Membantu penyerapan air

2.      Lumut hati (Hepaticophyta)
Lumut hati mencakup 6000 spesies tumbuhan tak berpembuluh. Lumut hati tersusun atas struktur berbentuk hati pipih, yang disebut dengan talus, yang tidak terdiferen-siasi menjadi akar, batang, dan daun.Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tanpak seperti lobus pada hati.

Ø  Ciri-Ciri Hepaticophyta
·    Memiliki talus,
·    Tubuhnya terbagi dualobus sama seperti hati,
·     Reproduksinya secara aseksual (gemma)

Ø  Peranan Hepaticophyta
·    Sebagai penyeimbang ekosistem,
·    Dapat digunakan sebagai obat hepatitis

3.      Lumut tanduk (Anthocerotophyta)
Lumut tanduk mem-punyai gametofit mirip dengan gametofit lumut hati, perbedaanya hanya terletak pada spo-rofitnya. Sporofit lumut tanduk mempunyai kap-sul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofir. Masing-masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar dari pada kebanyakan lumut

Ø  Ciri-Ciri Anthocerotophyta
·    Merupakan tumbuhan sporofit memanjang seperti tanduk,
·    Mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar
·     Reproduuksinya secara seksual yakni dengan cara pembentukan gamet,
·     Habitatnya didaerah lembab.

Ø  PerananAnthocerotophyta
·    Sebagai penyeimbang ekosistem,
·    Membantu penyerapan air,
·    Indikator pencemaran


B.     Tumbuhan paku
Tumbuhan paku termasuk golongan tumbuhan yang telah berkormus dan merupakan kelompok tumbuhan berpem-buluh yang paling sederhana.

v  Ciri-ciri tumbuhan paku meliputi:
·    Akar paku bersifat seperti akar serabut berupa rizoma
·    Batang pada sebagian jenis paku tidak tanpakkarena terdapat didalam tanah berupa        rimpang, mungkin menjalar atau sedikit tegak
·    Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda
·    Habitat tumbuhan paku didarat
·    Reproduksi aseksualnya dengan stolon yang menghasil-kan gemma atau tunas

Tumbuhan paku dibagi menjadi empat divisi, yaitu Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta, dan Pterophyta.

Jembatan keledai : hantu pak adi ada 4 visi yaitu psilo, lyco, sphenop, dan pterop.

1.      Psilophyta
Psilophyta merupakan tumbuhan paku sederhana dan hanya mempunyai dua generasi.

Ø  Ciri-Ciri Psilophyta
·    Hidupnya didaerah tropis dan subtropis,
·    Memiliki rhizoiid,
·     Reproduksinya secara aseksual (gemma) dan seksual (pembentukan sel kelamin),
·     Tidak mempunyai  jaringan pengangkut

Ø  Peranan Psilophyta
·    Sebagai penyeimbang ekosistem

2.      Lycophyta
Lycophyta merupakan tumbuhan tropis dan hidup se-bagai epifit, Lyco-phyta muda yang haploid tidak melaku-kan fotosintesis tetapi bersimbiosis dengan jamur. Setiap gametofit pada Lycophyta  memiliki arke-gonium dan anteredium.

Ø  Ciri-Ciri Lycophyta
·    Merupakan tumbuhan epifit,
·     Hidupnya didaerah sub tropiis,
·     Dapat bersimbiosis dengan jamur, reproduksinya dengan cara seksual (fertilisasi) aseksual (spora),
·     Termasuk kedalam paku jenis homospora

Ø  Peranan Lycophyta
·    Sebagai penyeimmbang ekosistem,
·    Tanaman hias,
·     Sebagai bahan obat-obatan,
·     Sebagai bahan dalam membuat karangan bunga


3.      Sphenophyta
Ø  Ciri-Ciri Sphenophyta
·    Merupakan tumbuhan jenis homospora,
·    Hidup ditempat yang basah,
·    Memiliki organ yang lengkap (akar, daun, batang)
·     Reproduksinya dengan cara seksual (fertilisasi) dan aseksual (spora)

Ø  Peranan Sphenophyta
·    Sebagai penyeimbang ekosistem,
·     Tanaman hias,
·     Sebagai bahan obat-obatan,
·     Sebagai bahan dalam membuat karangan bunga

4.       Pterophyta
Pterophyta banyak ter-dapat dihutan subtropics atau di daerah tropis.Paku ini mem-punyai daun-daun yang lebih besar dibandingkan dengan di-visi lainnya.Ada dua jenis da-un, yaitu megafil dan mikrofil.Megafil mempunyai system percabangan pembuluh.Sedangkan mikrofil merupakan daun yang muncul dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut.

Ø  Ciri-Ciri Pterophyta
·    Merupakan tumbuhan jenis homospora,
·    Hidup ditempat yang basah,
·     Memiliiki organ yang lengkap (akar, daun, batang)
·     Reproduksinya dengan cara seksual (fertilisasi) dan aseksual (spora)

Ø  Peranan Pterophyta
·     Sebagai penyeimbang ekosistem,
·     Sebagai tanaman hias

C.     Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
Spermatophyta meliputi Angiospermae dan Gymnospermae. Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan-bahan lain. Pada hakikatnya tumbuhan biji memiliki pigmen hijau yang penting untuk fotosintesis, yaitu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuh-tumbuhan.
Spermatophyta meliputi Angiospermae dan Gymnospermae.
Jembatan keledai :
(Mama bermain Angin dan Gyme)

1.      Gymnospermae (biji terbuka)
a.       Pinophyta
Tumbuhan pinophyta juga sering disebut sebagai conifer. Sebagian besar pinophyta me-miliki daun berbentuk jarum. Tumbuhan ini juga  bersifat monoesis, dimana struktur rep-roduksi jantan dan betinanya berada pada satu tumbuhan. Biji dari pinophyta berkembang didalam rujung. Contohnya Pinus merkusii.

Ø  Ciri-ciri Pinophyta
·     Berhabitus pohon
·     Berdaun tunggal berbentuk jarum,lanset, lancip,
·     Dioeceus atau monoeceus

Ø  Peranan pinophyta bagi kehidupan
·    Sebagai penyeimbang ekosistem,
·    Sebagai bahan industri (getahnya),
·     Tanaman hias

b.      Cycadophyta
Cycadophyta (pakis) hidup didae-rah tropis dan sub-tropics. Struktur rep-roduksi tumbuhan ini mirip dengan tumbu-han pinophyta, tetapi bersifat diesis, yang artinya struktur reproduksi jantan dan betina berada pada tumbuhan yang berbeda, contoh spesiesnya Cycas rumphii.

Ø  Ciri-ciri Cycadophyta
·    Berhabitus seperti palem,
·    Daunnya majemuk menyirip,
·     Dioeseus,
·     Hidup di daerah tropiis dan subtropics

Ø  Peranan Cycadophyta bagi kehidupan
·     Sebagai tanaman hias,
·     Penyeimbang ekosistem


c.    Ginkgophyta
Ginkgophyta hanya mempunyai satu spesies didunia ini, yaitu Ginkgo biloba.Tumbuhan ini berupa pohon, biasanya tingginya mencapai 15-20 meter dan bercabang banyak. Dimusim gugur daun tumbuhan ini akan berubah warna menjadi kekuningan. Tumbuhan ini bersifat diesis.

Ø  Ciri-ciri ginkgophyta
·    Berhabitus pohon,
·     Berdaun lebar,
·     Pertulangan dikotom
·     Dioeceus
·      Berbiji keras

Ø  Peranan ginkgophyta bagi kehidupan
·    Sebagai penyeimbang ekosistem,
·    Pohon peneduh,
·    Tanaman hias,
·     Bahanobat,
·     Bahan pangan (sayur)

d.      Gnetophyta
Gnetophyta memiliki pembuluh kayu untuk mengatur air pada bagian xilemnya.
Ø  Ciri-ciri gnetophyta
·     Berhabitus pohon,
·     Berdaun tunggal dan berhadapan,
·      Pertulangan daun menyirip,
·      Dieoceus,
·      Bakal biji tanpa arkegonia

Ø  Peranan gnetophyta bagi kehidupan
·     Sebagai penyeimbang ekosistem,
·      Bahan pangan,
·      Sebagai bahan obat             

Di Gymnospermae terdapat Pinophyta, Cycadophyta, Ginkgophyta, Gnetophyta
Jembatan Keledai : Pino, Cydata, Ginkta, dan Gneta

2.      Angiospermae (biji tertutup)
Angiospermae merupakan golongan tumbuhan yang memiliki tingkat perkembangan lebih tinggi diban-dingkan golongan tumbuhan lain. Berdasarkan jumlah daun kotiledon yang dimilikinya, angiospermae dapat dibedakan menjadi 2 kelas yaitu:

1.      Kelas Monocotyledonae: memiliki biji dengan lembaga yang hanya memiliki satu daun lembaga.
a.       Ciri-ciri
·     Memiliki kotiledon tunggal
·     Daun bertulang sejajar
·      Batang tidak tumbuh membesar, dan tidak bercabang
·      Bunga berkelipatan tiga

b.      Peranan bagi kehidupan
·     Sebagai hiasan
·     Penyeimbang ekosistem
·      Suplay oksigen
·       Sebagai tanaman hias
·       Bahan obat-obatan


2.      Kelas Dicotyledonae: memiliki biji dengan lembaga yang memiliki dua daun lembaga.
a.       Ciri-ciri
·         Memiliki kotiledon ganda,
·         Tulang daun menjari atau  menyirip
·         Berkambium
·         Bunga berkelipatan empat atau lima

b.      Peranan bagi kehidupan
·         Bahan pangan
·         Bahan pakaian
·         Sebagai penyeimbang ekosistem

·         Sebagai suplai oksigen